06:11

Sebenarnya apa aku? Beriring iring tanggapi itu lara Meranggas lemas dalam gagas Dihembus bayu daun daun gegas Beterbangan jatuh jatuh penuhi tanah kelam Meresap jauh ke dalam, Disesapi akar akar Sebenarnya apa aku? Diruang yang lain aku kembang Merahnya terang, kuningnya nyaring Angin tak getarkan, tak goyahkan Oh, Sri, Sri… Sriku sendiri.. Beginikah jadi anu?

Read More 06:11

Ya, Gusti

Aku lebih senang panggilmu Gusti daripada sebutan yang lain. Nampaknya, memang aku begitu menyukai semua yang berakhiran i, kecuali yang belakangan ini; Tai, Babi, dan i lain yang berkonotasi negatif. Bahkan bila namamu, si manis itu, Bela, aku akan dengan begitu sudinya menambah i dibelakangnya, jadi Belai, haha. Ya, Gusti. Belakangan ini dingin memang sebegitu […]

Read More Ya, Gusti

What A Wonderful World.

Perkenalkeun nama saya Bohemi. Panggil saja “ohem”. Disini saya sedang duduk, pandangi langit biru lewat kaca mobil putih yang bunyinya!! Aduh! bikin orang-orang pada minggir. Telinga saya jejali dengan headset putih yang….. ya Gusti!! suara si Louis Armstrong!!. I see trees of green,  red roses too.  I see them bloom,  for me and you.  And I think […]

Read More What A Wonderful World.

Yang Melekuk dan Melesung

Diseparuh-paruh ini, dik ada yang bersarang dalam kapalaku ia menarjang i, membrodol i isi dalam otak mengakar kuat tembusi jaring laring membumbung tinggi sebar kering batang tembusi ubun semai semarakan warni kuning daun daun mekar merah kan kembang wanginya undangi ceruit biru burung burung Diseparuh-paruh ini, dik Lesung lekuk manis bibirmu isi i warna kapalaku.

Read More Yang Melekuk dan Melesung

Rindukah Kau Sayang?

Kamar disini sunyi Temaram lampau ku kecup kecupi Diarak semilir angin tubuh tubuh beterbangan Sayup sayup capai itu lalu Di toko buku dimana sejuk matamu terperanjat Urat nadimu tersendat Aih Maaf, kukecup pipi manismu….  

Read More Rindukah Kau Sayang?

Kembangku Layu.

Bung, kusirami kembang-kembang tak lagi senang aku pada warna rupanya Makin kusiram makin padam Bung, kusiram mawar-mawar Merahnya tak getarkan hati lagi Malah, panjang duri duri Tusuki apa apa sampai ngilu ini ati Oi bung, jangan diam… jangan diam begitu Nyanyikan aku lagumu “Hidup hanya menunda kekalahan” Kembangku layu, aku gugur.        

Read More Kembangku Layu.