SPACE

Lalu, ia bertanya “Darimana semesta berasal?”. “Dari mana semua bermula?” bukankah semua ini hanya pikiran? dengusnya. Bukankah semesta hanya pikiran? digerakkan dzat yang lebih tinggi, lebih kompleks, lebih kuasa.

Lalu ia tatap sesuatu yang bekerlipan diatasnya, matanya berbinar, ia tersenyum, dirasakannya dada bergetar. Ia rebahkan badannya diatas rumput yang menghitam dililit gelap itu. “Begitulah ini semua mimpi, mimpi dan pikiranNya”. Angin berhembus, menutupi matanya, ia tersadar esok pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s