O,

O!
Tak rindukah kau pada nur mu?
Lupakah kau pada akarmu?
O! Kau terlalu sibuk tuk tumbuh
Sampai lupa merunduk

O, Lihat lah!
Matahari tepat diubun
Lihatlah
Panasnya tak mau dituntun

Lihatlah, O!
Panasnya pun redup
Dicekal hukum hidup
Digilir senja, fajar dihirup

O, Kutunggu kau
Ditempat kita tumbuh
Dimana kau ditabuh
Menjadi utuh
O, Ku tunggu kau dalam pekat
Kembali ke adat
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s