Selamat Datang, Larasati. Maaf Aku Pergi.

Begini Ras, ketika kau sampai nanti,
kau kan bacai ini tulisan kasih
kau takkan kesusahan tuk jumpainya
kuletakkan tepat diatas meja
dekat kembang kesayangan

Jangan menangis Ras, Jangan!
Remuk tulangku, luruh sendiku, berhenti nadiku Ras!
tatapi matamu mengucur
memang waktu tak bisa ditentang,
rasa tak bisa dikekang,
Tapi apa daya Ras, waktuku tlah usai, kita harus bercerai

Namun,
Jangan kau tambah hancurkan aku dengan tangismu Ras
Ragaku mungkin lenyap,
Sukmaku mungkin lebur dalam hingar biru
Tapi tresnaku Ras, utuh buatmu

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s