Lelaplah, Mijn Lieve

Malam hampir pudar
Gelap pun berpendar
Jarum dikamar tunjuki tiga pagi
Senyummu masih genap, tak berubah,
Senyum para dewi, lembut semburat jingga senja
ranum biru samar ungu fajar, sejuk

Kamarmu pun masih sama
Hanya kuning tembokmu mulai pudar
Tak apa asal senyummu binar,
bulat netramu tak nanar

Maaf Ras,
Maaf datangku pagi begini
Aku hanya enggan hangat matari dului jalanku
Aku enggan caya nya terangimu sebelum aku terangimu

Tenang Ras,
jangan takut begitu,
Tajam netramu takkan temui aku
Kuat rungumu takkan dengar sayup suaraku
Peka ari mu takkan rasai lebur hadirku
Ini sukmaku, Ras
Putih, halus, terawang
Indera ragawimu takkan atasi jisim begini ini
Maka kembalilah ke nyenyakmu,
sesapi aku dalam wujud yang sama sekali lain
dalam alam yang jauh lebih halus.

Nyenyak dan lelaplah Ras, Larasatiku
Nanti kau kan bangun, temui tulisanku
seperti biasa, kuletakkan dekat kembang kesayangan,
dan sejuk angin kan kirim suaramu
“Aku mimpi kau, Mas”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s