Akhir Dari Usai

Genap dua minggu sudah Ras sejak tulisanku terakhir kau baca. Oh bukan, lebih sehari Ras. Iya, dua minggu lebih sehari. Bukan hak untuk melebih-lebihkan Ras, bukan. Memang aku harus ucap ini rasa, Memang musti kau tahu  ini rasa. Jangan kau merunduk begitu, Ayo tentang aku, Ras. Baiklah, biar ku mulai saja tulisanku

Nampak dari jauh kau berdiri, Ras
Gaunmu berkibar binar dihembusan bayu
Rambutmu apalagi, Ah 
Legam hitamnya, berkilau warninya. 

Kupandangi wangi arummu
Dari sudut sempit dimana ceruit biru burung beradu
Dimasa yang sama,

Dicakrawala yang beda
Tampak langsat kuningmu terangi lanskap tergelap

“Duu naa naa duu”
Suaramu terdengar pilu
menyayat nyayat bak sembilu
“Duu naa naa duu”

terdengar makin lirih pula sayup nyanyimu

Lalu, terisak kau dipojok kuning tembok

Kala itu delapan Januari, kosong delapan dua puluh tujuh. Kau pasti ingat. Seusai pemakamanku. Tepat seusai penghabisanku.
Ragaku mungkin terbenam, aku dilain alam. Sampaikah tulisanku, Ras sampai kau menangis tersedu begitu? Aku berhenti Ras, kataku takkan ganggui lelapmu lagi, terawang sukmaku takkan kau sesapi lagi. Aku harus kembali. Ini tulisan terakhir buatmu, lusa kau takkan jumpai aku lagi. Selamat tinggal, simpan kertasku, rawat kembangku.

Sampai Jumpa di kekekalan, Mijn Lieve

Malang, 10 Juni 17

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s