Lelaplah, Mijn Lieve

Malam hampir pudar Gelap pun berpendar Jarum dikamar tunjuki tiga pagi Senyummu masih genap, tak berubah, Senyum para dewi, lembut semburat jingga senja ranum biru samar ungu fajar, sejuk Kamarmu pun masih sama Hanya kuning tembokmu mulai pudar Tak apa asal senyummu binar, bulat netramu tak nanar Maaf Ras, Maaf datangku pagi begini Aku hanya enggan hangat […]

Read More Lelaplah, Mijn Lieve

Selamat Datang, Larasati. Maaf Aku Pergi.

Begini Ras, ketika kau sampai nanti, kau kan bacai ini tulisan kasih kau takkan kesusahan tuk jumpainya kuletakkan tepat diatas meja dekat kembang kesayangan Jangan menangis Ras, Jangan! Remuk tulangku, luruh sendiku, berhenti nadiku Ras! tatapi matamu mengucur memang waktu tak bisa ditentang, rasa tak bisa dikekang, Tapi apa daya Ras, waktuku tlah usai, kita harus […]

Read More Selamat Datang, Larasati. Maaf Aku Pergi.

Duh, Duh, Hati Jatuh

Mampus kau disesapi rindu Hingga kurus kering badanmu Saban malam kau lihati itu bulan bintang, Kerlip yang kau kira bisa digenggam itu, Kerlip yang datang merangkul dan mengecupmu di khayal Kerlip yang tak dapat kauraih sampai mati pun. “O gusti, sebegini menyiksakah jatuh hati?”

Read More Duh, Duh, Hati Jatuh

Biru, Burung.

Duh gusti, Burung-burung mu beterbangan Melayang di biru biru angkasa Di atas mega sana Tertawa, lalu hinggap di pucuk mayapada. Meringis, Menengok dan memperolok tangis. “Oi!, kau wayang tanpa dalang,  matilah kau dikungkung waktu, ditusuk jingganya senja, jadilah kau menguning keemasan, kering, rapuh, lalu luruh dilupakan” Mereka kepakkan biru sayapnya, Terbang ke lain tangis, lalu tertawa. […]

Read More Biru, Burung.

Hari Belum Berakhir.

Jadi begini, nampaknya hari tak kunjung usai. Pun matari tak kunjung redup Manusia manusia menuntut hidup Jadi begini, nampaknya hari tak kunjung usai. Berangkatlah ia mengurung diri Di impit sesak jeruji kamar Memutar musik melankoli Berharap hingar tak buatnya gusar Ia baringkan diri, Ia tatap langitnya Ia pejamkan mata, Dirasakan dirinya berputar. melayang. Lalu terhempas ia […]

Read More Hari Belum Berakhir.

11:45

Sebelas ampat puluh lima Suara-suara menyeruak Tak mau dielak Sebelas ampat puluh lima “Adios” Selamat Jalan, katamu dingin Diiring angin semilir Tubuhmu terhempas Melayang Sebelas ampat puluh lima Angin makin riuh “Adios”, tubuhmu gemuruh gemetar seluruh Sukmamu beriring, bukan, digiring, ruh! Benderang, terang, lalu lenyap di atas lampu kota.

Read More 11:45

Busuk Kau

Doubt thou stars are fire Doubt that the sun doth move, Doubt truth to be a liar, But never doubt I love -William Shakespeare “…Tapi Jangan kau ragukan cintaku” Begitu kata Shakespeare dalam Hamlet Namun, tahukah kau bahwa aku peragu? pun kau begitu, “Percayalah” katamu dalam gelap sore itu dipinggir trotoar memoar pilu Lalu kau […]

Read More Busuk Kau