Rindukah Kau Sayang?

Kamar disini sunyi Temaram lampau ku kecup kecupi Diarak semilir angin tubuh tubuh beterbangan Sayup sayup capai itu lalu Di toko buku dimana sejuk matamu terperanjat Urat nadimu tersendat Aih Maaf, kukecup pipi manismu….   Advertisements

Read More Rindukah Kau Sayang?

Kembangku Layu.

Bung, kusirami kembang-kembang tak lagi senang aku pada warna rupanya Makin kusiram makin padam Bung, kusiram mawar-mawar Merahnya tak getarkan hati lagi Malah, panjang duri duri Tusuki apa apa sampai ngilu ini ati Oi bung, jangan diam… jangan diam begitu Nyanyikan aku lagumu “Hidup hanya menunda kekalahan” Kembangku layu, aku gugur.        

Read More Kembangku Layu.

Daun dan Deru Debu

Pandangnya selayang menuju dedaun rimbun di pinggir jalan kokoh ia, hijau tegap sampai kuning emas luruhkan badan Sialan! ia memekik Bangsat! ia menukik Dideru sedan yang melalang Beradu debu ia dirampas pengap   Batu-Malang, 13 Juni 17  

Read More Daun dan Deru Debu

Akhir Dari Usai

Genap dua minggu sudah Ras sejak tulisanku terakhir kau baca. Oh bukan, lebih sehari Ras. Iya, dua minggu lebih sehari. Bukan hak untuk melebih-lebihkan Ras, bukan. Memang aku harus ucap ini rasa, Memang musti kau tahu  ini rasa. Jangan kau merunduk begitu, Ayo tentang aku, Ras. Baiklah, biar ku mulai saja tulisanku Nampak dari jauh […]

Read More Akhir Dari Usai

Lelaplah, Mijn Lieve

Malam hampir pudar Gelap pun berpendar Jarum dikamar tunjuki tiga pagi Senyummu masih genap, tak berubah, Senyum para dewi, lembut semburat jingga senja ranum biru samar ungu fajar, sejuk Kamarmu pun masih sama Hanya kuning tembokmu mulai pudar Tak apa asal senyummu binar, bulat netramu tak nanar Maaf Ras, Maaf datangku pagi begini Aku hanya enggan hangat […]

Read More Lelaplah, Mijn Lieve

Selamat Datang, Larasati. Maaf Aku Pergi.

Begini Ras, ketika kau sampai nanti, kau kan bacai ini tulisan kasih kau takkan kesusahan tuk jumpainya kuletakkan tepat diatas meja dekat kembang kesayangan Jangan menangis Ras, Jangan! Remuk tulangku, luruh sendiku, berhenti nadiku Ras! tatapi matamu mengucur memang waktu tak bisa ditentang, rasa tak bisa dikekang, Tapi apa daya Ras, waktuku tlah usai, kita harus […]

Read More Selamat Datang, Larasati. Maaf Aku Pergi.

Duh, Duh, Hati Jatuh

Mampus kau disesapi rindu Hingga kurus kering badanmu Saban malam kau lihati itu bulan bintang, Kerlip yang kau kira bisa digenggam itu, Kerlip yang datang merangkul dan mengecupmu di khayal Kerlip yang tak dapat kauraih sampai mati pun. “O gusti, sebegini menyiksakah jatuh hati?”

Read More Duh, Duh, Hati Jatuh