11:45

Sebelas ampat puluh lima Suara-suara menyeruak Tak mau dielak Sebelas ampat puluh lima “Adios” Selamat Jalan, katamu dingin Diiring angin semilir Tubuhmu terhempas Melayang Sebelas ampat puluh lima Angin makin riuh “Adios”, tubuhmu gemuruh gemetar seluruh Sukmamu beriring, bukan, digiring, ruh! Benderang, terang, lalu lenyap di atas lampu kota.

Read More 11:45

Busuk Kau

Doubt thou stars are fire Doubt that the sun doth move, Doubt truth to be a liar, But never doubt I love -William Shakespeare “…Tapi Jangan kau ragukan cintaku” Begitu kata Shakespeare dalam Hamlet Namun, tahukah kau bahwa aku peragu? pun kau begitu, “Percayalah” katamu dalam gelap sore itu dipinggir trotoar memoar pilu Lalu kau […]

Read More Busuk Kau

Untuk Manusia?

“Bukankah aku manusia?” Begitu tanyamu selalu “Apakah aku manusia?” Berlanjut tanyamu Lalu kau tersenyum Berteriak Meronta “Aku manusia, tanpa kemanusiaan” Lalu kau tersenyum Lekas memukul hadap “Biadab! Manusia! Biadab aku!” Selalu begitu, ujarmu Lalu kau tersenyum Matamu sayu, Ku buka kisi dekat lemari Dimana kau gantung diri. Malang, 11 Maret 2017 menunggu pulang.

Read More Untuk Manusia?

O,

O! Tak rindukah kau pada nur mu? Lupakah kau pada akarmu? O! Kau terlalu sibuk tuk tumbuh Sampai lupa merunduk O, Lihat lah! Matahari tepat diubun Lihatlah Panasnya tak mau dituntun Lihatlah, O! Panasnya pun redup Dicekal hukum hidup Digilir senja, fajar dihirup O, Kutunggu kau Ditempat kita tumbuh Dimana kau ditabuh Menjadi utuh O, Ku […]

Read More O,

Malam Jatuh

Malam Jatuh Mengganti senja utuh Malam jatuh Ditunggu pagi di ufuk Malam jatuh Diiring angin riuh Malam jatuh Daun daun runtuh Malam jatuh Tubuhnya luruh Gemetar seluruh Dicabutnya ruh

Read More Malam Jatuh

Kekal

Pagi ini kau datang bawa kembang berkarang Persis, sama, sewatktu dulu kita pertama bersua Bajumu merah, pakaianku tanah Kau menangis, aku terkikis Angin berhembus menyibak rambutmu Angin berhembus teriakkan namamu Kau merunduk usapi matamu Aku menembus, aku menembus, disampingmu Lewat semilir angin, kudengar lirih olehmu “Semoga bertemu di kekekalan” Malang, 21 Januari 17

Read More Kekal

Mega Mera

Kau duduk disana aku disampingmu di bawah mega mera di atas rumput biru Kau genggam jemari Kau rapatkan diri “Tetaplah disini” katamu berbisik.

Read More Mega Mera